Tips Dasar Menggunakan Trello

Share:
Ngomongin soal Trello emang enggak ada habisnya. Sebuah tool dimana aku biasanya memasukan tugas, ide ataupun note-note singkat yang akan aku lakukan.

Aku sudah menggunakan Trello selama kurang lebih tiga bulan untuk mengatur berbagai macam kegiatan seperti; blogging, keperluan harian, skripsi dan.. banyak deh.

Di sini aku akan membagikan sedikit tips untuk kamu yang masi belajar menggunakan Trello. Langsung aja yah.

Oh iya untuk kamu yang masih bingung dengan itu Trello, aku sarankan kamu membaca dulu Apa itu Trello.

Tips dasar Menggunakan Trello

Menggunakan Board semaksimal mungkin (one Board = one Project).

Aku tipikal orang yang lumayan spesifik dalam mengolompokan kegiatan ku sehari-hari. Di Trello aku juga menerapkan hal itu. Satu board ya untuk satu proyek saja.

Menggunakan satu mega board untuk mengumpulkan semua proyek,kegiatan harian dan kesibukan yang sedang kamu kerjakan mungkin sedikit susah yah.

Jika kamu merasa udah nyaman dengan sistem satu board untuk semua keperluan, ya aku tidak akan melarang, tapi emang enggak sulit yah?

Gini yah, Trello itu akan lebih maksimal jika membagi semua proyek kamu itu, baik pekerjaan atau pun personal, menjadi beberapa proyek yang kamu kategorikan berbeda-beda. Dengan itu kamu bisa lebih detail dan menjadikannya lebih sederhana dan juga lebih gampang untuk di kelola.

Punya satu buku yang berisi semua keperluan seperti bisnis, kuliah dan keperluan sehari-hari.

Atau,

Banyak buku, yang di tiap-tiap buku tersebut kamu tulis dengan kepentingan yang berbeda-beda.

Lebih enak mana?

Kalau aku si milih yang ke dua.

Di Trello juga begitu. Tool ini memberikan kamu kebebasan untuk menuliskan semua step-by-step yang akan kamu kerjakan untuk menyelesaikan satu tujan yang jelas, dan kemudian me-manage step-step tersebut. Jadi biar lebih mudah, kamu pisahkan saja dulu menjadi beberapa board di tiap-tiap proyek yang sedang kamu kerjakan. Lalu fokus untuk menyelesaikan step-step yang ada di proyek tersebut.

Menggunakan setup default yang tersedia.

Saat aku pertama kali menggunakan Trello, setup dasar di atas ini muncul pertama kali dalam satu board. Aku langsung mengubahnya dan tidak memperdulikan hal itu. Aku rasa setup dasar itu tidak rinci dan hanya menjelaskan tiga tahap saja.

Ternyata aku salah.

Setup dasar itu terinspirasi dari papan kanban dari Jepang. Kanban ini menjadi dasar dari metode how to get things done (The GTD Method). Dan setup dasar ini tentu saja sangat berguna.

Untuk kamu yang baru akan memulai menggunakan Trello, aku sarankan untuk menggunakan Setup dasar dulu, setelah terbiasa kamu bisa mengubahnya menjadi lebih rinci dengan menambahkan beberapa list lainnya.

Memaksimalkan Label.

Di Trello kamu bisa menambahkan label di tiap-tiap card dengan warna yang berbeda-beda di tiap label nya. Terdengar sederhana, tapi menurutku ini sangat membantu dan mudah untuk dilacak tiap-tiap label tersebut.

Label yang aku gunakan untuk mengelola blog dengan Trello di antaranya :
Merah: Penting (Dimana card-card tersebut harus segera diselesaikan)
Hijau : Dumb Ideas (Label ini menunjukan setiap card yang berisi ide-ide random yang terlintas di kepala)
Biru : Later (Bisa dikerjakan kapan saja, fleksibel)
Kuning: Source (Berisi link-link ataupun sumber dari berbagai macam media yang nantinya akan aku gunakan untuk kepentingan menulis artikel blog)

Memaksimalkan Description.

Dengan Deskripsi kamu bisa menambahkan ceklis yang berisi langkah-langkah yang ingin kamu kerjakan. Atau bisa juga menuliskan apa saja hal-hal yang berhubungan dengan card tersebut.

Aku jarang menggunakan ceklis untuk keperluan blogging, biasanya ceklis aku gunakan untuk keperluan harian seperti daftar belanjaan.

Mengatur Due Date.
justincone.com

Mengatur deadline di tiap-tiap card dapat membantu mu untuk menyelesaikan card tersebut dengan tepat waktu. Berlaku juga untuk kamu yang menggunakan Trello sebagai daily activity saja, dengan ini kamu bisa lebih disiplin dalam mengatur waktu.

Kesimpulan.

Dengan segala fleksibilitasnya tentu saja kamu bisa menggunakan Trello untuk kepentingan apa saja, dari pekerjaan hingga kepentingan personal lainnya. Untuk itu kamu-kamu yang baru saja memulai menggunakan Trello dengan mengikuti tips dasar menggunakan Trello tadi, adalah langkah yang tepat untuk memulainya.

Tapi balik lagi ke tiap-tiap pengguna, tidak semua card membutuh kan lima tips tadi, misalnya untuk card yang berisi daftar belanjaan, menggunakan due date mungkin tidak terlalu penting. Jika ada pertanyaan bisa langsung komen aja di bawah.

Tidak ada komentar