Menjadi Produktif dengan 5 Aplikasi Ini

Share:


Produktifitas seakan menjadi hal yang wajib bagi siapa saja yang ingin terus ikut dalam persaingan. Jika kamu hanya berdiam diri dan tidak memiliki pengembangan diri dibandingkan dengan pesaing-pesaing mu, bisa dipastikan kamu akan tersingkir.

Untuk tetap produktif memang bukan perkara yang mudah. Harus ada komitmen dan terus konsisten akan apa yang ingin kamu capai dengan tetap produktif dalam menjalani hari. Iya enggak?

Padatnya kegiatan dalam satu hari membuat Kamu berpikir untuk tetap berada dalam arus rutinitas, hidup monoton seperti; bangun pagi, pergi ke kantor/kuliah hingga sore hari, pulang dan bersantai hingga terlelap tidur. 

Siklus hidup seperti itu memang tidak salah bagi Kamu yang sudah nyaman, tapi jangan salahkan semesta jika kamu sewaktu-waktu tersingkir dari persaingan.

Dalam satu hari ada 24 jam, kamu bisa memaksimalkan 24 jam tersebut untuk menyelesaikan tugas-tugas dan kewajiban kamu. Terutama buat kamu yang memiliki banyak kesibukan

Misalnya kuliah sambil kerja atau nulis artikel buat blog kamu.

Dengan mengurangi waktu bersantai dan merencanakan hari kamu dengan baik, menyelesaikan tugas-tugas kuliah dan menjalani kewajiban kamu saat bekerja dapat terorganisir dengan baik.

Beruntung kita hidup di era yang serba moderen. Memaksimalkan gadget dan device yang lain seperti laptop sudah seharusnya Kamu lakukan agar tetap produktif.

Aku pun begitu.

Berikut ini Aplikasi yang bisa kamu coba untuk menjadi produktif dalam menjalani hari-hari mu.

1. Membuat To Do List dengan "Todoist"

zapier.com

Sudah tidak asing kan dengan istilah
To Do List? Dengan to do list Kamu bisa merencanakan hari-hari Kamu lebih terorganisir. 

Bisa memulai dengan membuat to do list pada pagi hari.

Kamu dapat merencanakan apa saja yang akan kamu lakukan, misalnya jam 8 pagi berangkat kuliah, jam 10 meeting dengan klien, lalu jam 3 sore mencari ide untuk bahan postingan blog. 

Semua itu bisa kamu rencanakan dengan bantuan Todoist.

Mungkin para mahasiswa atau penulis blog sering menggunakan notes yang ditempelkan ke layar laptop atau komputer untuk mengingatkan apa saja yang harus diselesaikan. Tapi hal ini sering kali menjadi kendala ketika memilah mana yang harus menjadi prioritas pada hari itu, mana yang bisa digeser ke hari lain atau mana yang harus direvisi lagi. Todoist menawarkan semua fleksibilitas itu.

Para blogger dan mahasiswa diluar sana (baca: para bule-bule), menggunakan Todoist sudah menjadi hal yang wajib, dengan aplikasi Todoist ini mereka dapat membuat to do list kegiatan harian dan mingguan, sekaligus task manager dalam mengatur tugas-tugas ataupun proyek yang dikerjakan.

Todoist bisa diakses diberbagai macam device, mulai dari Android, ios, hingga Windows. Jadi kamu bisa merencanakan to do list kamu saat pagi hari menggunakan laptop, lalu dengan otomatis akan tersinkronisasi dengan device android/ios kamu untuk diakses dimanapun dan kapan pun.

Fitur-fitur nya pun beragam, dari reminder, sub tasking hingga membuat folder-folder yang dapat membantumu memisahkan mana prioritas untuk kuliah, kerja dan personal. User Interface nya juga simple dan mudah digunakan. 

Sebenarnya dengan menjadi user yang gratisan kamu sudah bisa menggunakan Todoist ini dengan maksimal, namun fitur seperti reminder, yang sudah menjadi hal wajib dalam setiap aplikasi to do list, hanya bisa digunakan oleh user yang telah melakukan upgrade ke premium.

Alternatif lain untuk kamu yang ingin menggunakan aplikasi to do list, kamu bisa mencoba Microsoft To-do, Any.do, atau Wunderlist

Untuk aku sendiri, aku menggunakan Wunderlist dalam mengatur jadwal harian dan mingguan aku sebagai mahasiswa dan part time blogger, selain user interface tidak kalah simple dengan todoist, fitur-fiturnya pun lengkap dan tentunya GRATIS tanpa embel-embel "premium upgrade".


2. Memaksimalkan "Google Calendar"

BGR.com

Aplikasi kalender sudah tentu tersedia di
smartphone kamu, tapi apakah kamu pernah menggunakannya dalam mengatur jadwal bulanan kamu?

Jauh sebelum aku menemukan cara mengatur jadwal dengan baik dengan memaksimalkan kalender yang ada di smartphone, fungsi kalender ya hanya untuk melihat tanggal dan hari libur saja.

Ternyata ada banyak sekali hal yang bisa digunakan dalam meningkatkan produktifitas dengan memaksimalkan google calendar kamu.

Jika aplikasi to do list digunakan untuk mengatur hal-hal apa saja yang akan diselesaikan dalam waktu satu hari atau seminggu, google calendar berfungsi untuk mengatur jadwal bulanan kamu, bahkan ada yang menggunakannya sebagai rencana tahunan.

Kamu bisa mengatur jadwal di awal bulan. Bisa memulai dengan memasukan jadwal kuliah kamu, lalu memasukan jadwal lainnya seperti; mengingatkan bahwa ada konser musik di pertengahan bulan, jadwal release film di bioskop, ataupun jadwal pembelian keperluan bulanan.

Untuk aku sendiri, Google Calendar berisi tentang jadwal bulanan, biasanya aku mulai mengatur jadwal di awal bulan, langsung dari laptop aku dengan mengaksesnya di browser. Memasukan jadwal ketemu dosen pembimbing, jadwal deadline, hingga mengatur jadwal menulis blog, semuanya fleksibel. 

Dengan Google Calendar, kamu bisa memaksimalkan waktu mu dan menjadikannya lebih terorganisir.

Google calendar bisa didownload langsung dari playstore bagi pengguna android dan untuk pengguna ios bisa menggunakan Calender 5 yang bisa tersinkronisasi langsung dengan google calendar

3. Mengerjakan Tugas-Tugas dengan "Evernote"

Zachary Sexton - medium.com

Evernote
adalah aplikasi note taking seperti onenote nya Microsoft atau google keepnya google. Seperti aplikasi note pada umumnya, Evernote berfungsi untuk menulis apa saja yang kamu mau.

Banyak pengguna Evernote menggunakan aplikasi ini sebagai sarana untuk menuangkan ide, menulis postingan untuk blog, menulis tugas dan masih banyak lagi. 

Evernote mempunyai banyak kelebihan, selain tampilannya yang simple (minimalist is everything for me) dan mudah digunakan, Evernote juga dapat dengan mudah melacak tulisan-tulisan yang kamu tulis. Dengan memaksimalkan fitur tags, bagi ku sih itu sudah cukup untuk track back tulisan-tulisan ku terdahulu.

Jika todoist dan google calendar digunakan untuk perencanaan kegiatan, evernote digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sudah di rencanakan dengan dua aplikasi sebelumnya.

Selain itu, Evernote menjamin mobilitas yang tinggi bagi setiap penggunaannya. Tersedia diberbagai macam device, yang tentunya paling sering kita gunakan, smartphone dan pc.

Aku sendiri menggunakan Evernote sudah hampir satu tahun dan sangat membantu dalam menyelesaikan task. Menulis catatan-catatan skripsi, hingga mengumpulkan resource untuk ide postingan, semuanya ditumpahkan ke Evernote. 

Selain mudah di track back dengan menggunakan fitur tags, aku juga menggunakan fitur folder untuk memisahkan tulisan-tulisan yang terbagi atas tiga; kuliah, blogging dan personal. Fitur reminder juga sangat berguna untuk dalam mengingatkan deadline dari task yang sedang dikerjakan, dan masih banyak fitur menarik lainnya.


4. Managing Project dengan "Trello"

WP Curve
Trello adalah aplikasi lintas platform yang berfungsi untuk mengorganisir berbagai macam hal. Yang satu ini bisa menjadi pilihan yang tepat buat kamu yang sulit untuk track back proyek atau tugas yang sedang dikerjakan.

Biasanya Trello digunakan sebagai tool untuk mengatur alur kerja atau workflow yang sedang dikerjaan dalam satu tim. Dengan tampilan utama berbentuk "board" dimana sebagian besar dikerjakan melalui board ini. Di dalam board tersebut kalian dapat menambahkan kolom-kolom atau list, sesuai dengan keinginan kamu, lalu menuliskan apa saja yang akan kamu kerjakan di dalam tiap-tiap kolom tersebut.

Walaupun biasanya digunakan oleh tim yang sedang mengerjakan proyek, Trello sendiri bisa kamu gunakan sebagai sarana untuk mengorganisir tugas-tugas kamu. Jadi jika Evernote adalah tempat untuk mengerjakan tugas, maka Trello adalah tempat untuk mengorganisir dan men-track tugas-tugas tersebut.

Aku menggunakan Trello sebagai tempat untuk mengatur tulisan-tulisan dan ide-ide untuk blog. Misalnya seperti di bawah ini.


Di sini aku menampilkan contoh board Personal Blog yang sering aku gunakan dalam mengatur tulisan untuk blog ini. Aku membagi menjadi enam kolom yaitu Ideas, Outline, On Writing, Review, Done dan Post
  • Ideas. Menjadi tempat di mana aku menuliskan ide-ide apa saja yang terlintas dipikiran. Biasanya aku menuliskan ide ini sesegera mungkin melalui aplikasi di ponsel ku ketika ide tersebut terlintas dipikiran.
  • Outline. Setelah menemukan ide-ide yang ditulis di kolom Ideas, aku membaca kembali sebelum menentukan ide mana yang akan aku tuangkan menjadi tulisan, setelah memilih satu ide yang menurut ku menarik, aku kemudian memindahkan Ideas tersebut ke kolom Outline, dimana aku juga mulai menuliskan outline yang nantinya akan menjadi satu tulisan yang utuh.
  • On Writing. Setelah dari kolom outline, aku biasanya memulai menulis dengan Evernote lalu kemudian dipindahkan card yang berada di outline ke kolom On Writing. Tujuannya agar aku bisa tahu apa yang sedang kerjakaan saat ini
  • Review. Setelah selesai menulis dengan Evernote, aku kemudian memindahkan card dari On Writing ke Review, biasanya aku tidak langsung melakukan review ketika selesai menulis, jadi dengan menambahkan kolom review dapat membantu aku untuk sewaktu-waktu mengecek kembali tulisan yang sudah aku tulis tapi masih dalam tahapan review.
  • Done. Di kolom ini berisi tulisan-tulisan apa saja yang telah aku tulis dan memastikan bahwa tulisan tersebut siap post.
  • Post. Nah, di kolom terakhir, berisi tulisan-tulisan yang sudah aku pastikan akan di posting ke blog, di kolom ini pula aku menambahkan reminder yang terhubung langsung ke googe calendar untuk memberikan pengingat kapan tulisan tersebut akan aku posting.
Alasan aku menggunakan aplikasi Trello karena aku tipikal orang yang tidak bisa multi-tasking, Trello menjadi tool yang sangat membantu karena dengan ini aku bisa mengorganisir tugas-tugas dan tulisan-tulisan yang sedang dikerjakan, mulai dari sekedar ide hingga selesai.

Untuk panduan dasar menggunakan Trello, kamu bisa baca selengkapnya di sini

5. Hilangkan Gangguan dengan "Forest - Stay Focused"

forestapp.cc

Hal yang paling mengganggu ketika aku ingin fokus saat menulis adalah; 
social media dan aplikasi chat grup maupun personal.

Yap, aku memang terlalu milenial soal media sosial.

Sebagia milenial dua hal tersebut sudah melekat dan menjadi rutinitas setiap hari dan setiap waktu luang. Kadang rasa "gatal" ingin sekedar mengintip apa yang terjadi di internet bisa menjadi fatal dan malah berakhir dengan membuang waktu.

Untuk masalah ini, aku rasa Forest dapat membantu Kamu yang memiliki masalah yang sama dengan ku.

Forest adalah aplikasi yang digunakan untuk membantu agar tetap fokus selama melakukan hal-hal yang "rawan" akan gangguan, seperti misalnya belajar, menulis, atau bekerja. 

Cukup simpel dan membantu, kamu hanya perlu menanam tanaman yang ingin kamu tanam dan menentukan timer berapa lama waktu yang kamu butuhkan. Semakin lama waktu yang kamu atur, maka tanaman tersebut akan semakin besar.

Hati-hati, jika kamu berani menekan tombol yang membuat aplikasi tersebut menghilang seperti tombol "Home" atau "Recent Task" di ponsel kamu, tanaman tersebut akan mati dan artinya kamu gagal untuk tetap fokus. Cukup menarik, bukan?

Itu tadi 5 Aplikasi yang bisa membuantu untuk tetap produktiv, sebenarnya di sini aku tidak mencoba untuk menggurui, hanya sekedar membagi pengalaman aku menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.

Pada dasarnya tidak ada panduan yang pasti agar kamu tetap produktif. Ya kamu bisa memulai dengan mencoba satu persatu aplikasi tersebut.

Pada akhirnya kembali pada diri sendiri, walaupun kamu memiliki penunjang produktifitas dengan aplikasi-aplikasi yang ada, akan menjadi hal yang sia-sia jika kamu tidak konsisten. Konsisten dan disiplin adalah dua hal yang paling utama dalam menjaga produktifitas. Terdengar klise? tapi memang begitu kenyataannya.

Jadi daripada kamu membaca cara menjadi produktiv atau hal-hal semacam itu, sebaiknya kamu bangun dari tempat tidur mu, dan lakukanlah hal-hal yang belum kamu selesaikan.

Tidak ada komentar