Berkenalan Dengan "Trello" - Aplikasi Penunjang Produktivitas

Share:
Trello is an incredibly versatile tool for project management. Kalimat itu ditulis sebagai kalimat pembuka di artikel WPCurve yang saat itu membahas tentang Menggunakan Trello sebagai Manajemen Proyek.

Aku juga mengamini kalimat itu, setelah menggunakan Trello kurang lebih tiga bulan, aku merasa ada peningkatan produktivitas dalam menjalani keseharian ku.

Apa itu Trello? 
Trello adalah software web-based untuk manajemen proyek yang bisa digunakan untuk keperluan tim atau bisa untuk keperluan personal. Simpelnya si gitu.

Keunggulan terbesar Trello dibandingkan dengan tool proyek manajemen lainnya adalah versatility. Bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan apa pun dan digunakan kapan pun kamu mau. 

Trello bisa digunakan untuk berbagai macam kalangan dan profesi. Mulai dari kalangan pebisnis baik yang kecil hingga yang besar, atau untuk profesi yang memerlukan kerja sama tim yang anggota nya dalam skala yang cukup besar, bahkan untuk kalangan pengajar seperti Pak Romi Sastria Wasono, seorang dosen program pasca sarjana Ilmu Komputer, yang menggunakan Trello sebagai tool untuk mengelola penelitian Tesis Mahasiswa.

Berarti hanya untuk yang kerjanya bareng, gitu?

Enggak juga kok.

Menyelesaikan keperluan personal juga bisa. Seperti mengelola blog sendiri, menyusun skripsi, atau hal-hal lainnya.

Untuk kamu yang masi "baru" atau tertarik menggunakan Trello, berikut ini dasar-dasar penggunaan Trello.

Dasar - Dasar Trello 
Menggunakan Trello bisa langsung mengunjungi halaman web Trello.

Trello terdiri dari boards, lists dan cards, yang dapat mempermudah setiap pengguna untuk meng-track proyek ataupun kolaborasi yang sedang dikerjakan, lalu bisa dengan mudah di-review kembali.
  • Board. Sebagai mana fungsi umum papan, dalam hal ini papan tulis yah, board adalah tempat untuk meletakan "hal-hal" yang sedang dikerjakan, kemudian dikelompokan dalam list yang berbeda-beda. 
  • List. Adalah tempat untuk membagi board menjadi beberapa kategori yang berbeda. Biasanya list digunakan untuk menampilkan progres yang sedang berjalan untuk menyelesaikan suatu proyek. 
  • Card. Card ini adalah "hal-hal" yang kamu kerjakan yang diletakan di dalam setiap list. Card bisa dipindahkan ke list lain sesuai kategori selama proyek berjalan. Kamu bisa memasukan foto, video, checklist, label dan deadline sesuai kebutuhan.



Cara Menggunakan Trello
Langsung saja yah, ini adalah panduan singkat untuk kamu yang baru memulai menggunakan Trello.

1. Membuat Akun Trello
Karena Trello berbasi web dan membutuhkan akses pengguna, kamu harus membuat akun agar bisa mengakses Trello.

Caranya gampang, kamu bisa langsung ke www.trello.com.

Masukan nama, email. dan password. Kemudian klik create new account.

Setelah itu kamu perlu melakukan verifikasi email di akun email kamu.


2. Buat Board Baru
Berikan nama untuk board baru kamu sesuai dengan apa yang ingin kamu kerjakan di board tersebut. Contohnya di sini aku akan membuat board tentang Jadwal Mingguan.

Kamu bisa memilih background board sesuka kamu, lalu menjadikannya Private Board atau Public Board. Jika memilih Private maka hanya kamu yang bisa melihat board tersebut, kalau Public semua orang dapat mengakses board tersebut.

3. Membuat List
Setelah board dibuat, kamu bisa membuat beberapa list sesuai dengan keinginan kamu, kamu bisa memulai nya dengan template sederhana seperti To do, Doing lalu Done. Di contoh ini saya membuat list sesuai dengan tujuan board yaitu Jadwal Mingguan, jadi list nya berisi hari-hari yang ada di satu minggu tersebut.

4. Masukan Tugas atau Kepentingan Lainnya Ke dalam Card

Satu kartu berisi tentang apa yang ingin kamu kerjakan, seperti tugas atau keperluan harian.

5. Atur Waktu Deadline
Dengan menambahkan waktu di setiap card yang kamu buat, dapat membuat kamu tetap konsisten dalam menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu.

6.Tambahkan Subtask, Deskripsi dan Attachment

Dalam satu card kamu juga bisa menambahkan deskripsi, ceklis untuk memastikan apa saja yang harus kamu lakukan dalam menyelesaikan tugas, dan attachmen yang terkait dengan tugas tersebut. Dengan ini tugas-tugas yang kamu kejakan bisa lebih jelas dan terarah.

7. Pindahkan Card ke List lain
Ketika kamu selesai mengerjakan satu proyek atau tugas dan ingin memindahkan card tugas tersebut ke list lain sesuai step yang ada, kamu hanya perlu melakukan drag and drop.

Kesimpulan
Trello bisa menjadi tool yang sangat powerfull dan dapat meningkatkan produktivitas kamu jika kamu memanfaatkanya dengan benar. Dengan tampilan yang simple dan workable, Trello memberikan fleksibilitas bagi setiap pengguna untuk menggunakan tool ini dengan caranya masing-masing. Tak heran kenapa banyak sekali proyek dalam bentuk team di luar sana yang menggunakan Trello sebagai workflow untuk menyelesaikan suatu proyek.

Aku rasa cukup untuk pembahasan tentang dasar-dasar Trello, jika ada pertanyaan kamu bisa nanya-nanya lewat Twitter atau Email. Atau kamu juga bisa langsung komen aja di bawah.

Bagaimana? Tertarik untuk menggunakan Trello?

image header credit : guidingtech.com

Tidak ada komentar